Dikisahkan bahwa Alqamah bin Haris pergi menemui Rasulullah saw bersama
tuju orang dari marganya. Begitu sampai di tempat yang dituju, Alqamah mengucap
salam.
Dari dalam rumah, terdengar seorang menjawab salam. Kemudian, pintu dibuka
dan dari balik pintu keluarlah seorang
dengan wajah yang sangat menawan.
“Kalian siapa?” tanya Rasulullah saw.
“Kami orang-orang mukmin.”
“Harus ada bukti. Katakan apa bukti keimanan kalian!”
“Kami Percaya pada lima belas perkara. Lima perkara yang engkau perintahkan kepada
kami, lima perkara yang di perintahkan oleh utusan Engkau kepada kami, dan lima
perkara sisanya sudah menjadi kebiasan kami sejak zaman jahiliah.”
“Apa lima perkara pertama yang kuperintahkan kepada kalian itu?”
“Engkau telah memerintahkan kepada kami agar berinman kepada Allah, para
malaikat-Nya, kitab-kitb-Nya, para rasul-Nya, serta takdir Allah yang baik maupun yang buruk.”
“Lima perkara yang di perintahkan oleh utusanku?”
“Utusan Engkau memerintahkan kami supaya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan
melainkan Allah dan Engkau adalah Rasulullah, mendirikan sholat fardu lima
waktu, menjalankan shaum Ramadhan, membayar zakat, dan memunaikan ibadah haji
bila mampu.”
“Lalu lima perkara yang sudah menjadi kebiasan kalian sejak zaman jahiliah?”
“Bersabar ketika susah, Bersyukur ketika senang, berani ketika berperang,
ridho ketika mendapat cobaan, dan tidak merasa gembira dengan musibah yang menimpa orang lain.”
Rasulullah semakin tertarik mendengarkan penuturan mereka. Kata-kata mereka
sangat teratur,bermakna, lugas, jelas dan mudah dipahami. Tidak mengherankan
jika kemudian beliau memuji mereka. Kedelapan orang ini hanya menunduk malu
mendengar pujian dari Rasulullah saw.
“Akan kutunjukkan lima perkara yang menyempurnakan lima belas perkara yang
sudah ada pada kalian. Pertama, jangan menumpuk-numpuk sesuatu yang tidak akan
kalian makan. Kedua, Jangan membangun rumah yang tidak akan kalian huni.
Ketiga, jangan berlomba merebutkan sesuatu yang akan kalian tinggalkan.
Keempat, tinggalkan hal-hal yang tidak berguna. Kelima, berusahalah mencari bekal untuk kehidupan
akhirat kelak,” Kata Rasulullah saw.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar