Dalam buku Diatas Sajadah Cinta, ada sebuah cerita menarik yang bisa
dijadikan contoh di sana. Berkisah tentang dua orang kakak beradik yang sangat
berbeda perangainya. Sang kakak adalah seorang yang sangat dicintai warga dan
begitu dibanggakan keluarga karena keindahan budi dan kebaikan ibadahnya,
hari-harinya selalu dilewati dengan hal-hal yang baik di Masjid. Sedangkan adiknya, mempunyai sifat
yang sangaat berbeda. Hampir semua tindak kejahatan perlah dilakoninya, dari
mencuri, merampok, bahkan memperkosa. Dan karena semua tindakannya itulah, dia
sangat dibenci masyarakat dan keluarganya.
Suatu saat, terbesit dari hati keduanya untuk melakukan dua hal yang
saling berbeda tadi. Sang kakak ingin sekali-kali merasakan apa yang dilakukan
adiknya, sekali saja, habis itu taubat. Sementara adiknya, merasa jenuh dengan
apa yang telah dilakukannya selama ini. Dia ingin taubat, dia ingin menjadi
seperti kakaknya.
Tiba lah di suatu malam, masing-masing sudah siap melakukan apa yang ada
dalam hatinya. Sang kakak dengan pakaian mewah dandan necis pergi kerumah
bordir yang biasa digunakan adiknya
mankal. Dia kaget , kenapa disana
adiknya tidak terlihat. Akirnya dia nikmati malam itu dengan menari-nari dan
berbuat yang sangat dilarang agama dengan wanita di rumah bordir. Sendirian
tanpa adiknya.
Sementara adikya, pergi ke Masjid yang biasa kakakya digunakan kakaknya. Dia begitu kaget,
karana dia tidak menjumpai kakaknya disana. Dan akhirnya dia gunakan malam itu
untuk taubat beribadah sendiri tanpa kakaknya.
Dan pada malam itu tiba-tiba ada gempa hebat yang merobohkan banyak
bangunan termasuk masjid dan rumah bordir itu pun juga ikut roboh . Dan ada
kabar menggemparkan disana. Ditemukan temukan dalam runtuhan masjid itu,
sesosok lelaki yang mereka kenal sebagai durjana meniggal dalam posisi memeluk
mushaf. Dan telah ditemukan dalam runtuhan rumah bordir itu seorang
laki-laki yang terkenal begitu baik dimasyarakat meninggal dalam posisi yang
memalukan dengan wanita penghuni rumah bordir itu. Na’udzubillah!
Kita tidak tahu kapan kita akan mati, untuk itu selalu lah berbuat
kebaikan agar hidup bahagia. tidak usah terpengaruh orang lain saat anda berada
dijalan yang benar. Dan jika kita sudah tau kalo itu sebuah keburukan maka
segeralah kita menjauh dan jangan pernah coba untuk medekatinya lagi. Jangan
terperdaya dengan kenikmatan yang sementara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar