Sabtu, 09 Januari 2016

SUATU AKHIR




Dalam buku Diatas Sajadah Cinta, ada sebuah cerita menarik yang bisa dijadikan contoh di sana. Berkisah tentang dua orang kakak beradik yang sangat berbeda perangainya. Sang kakak adalah seorang yang sangat dicintai warga dan begitu dibanggakan keluarga karena keindahan budi dan kebaikan ibadahnya, hari-harinya selalu dilewati dengan hal-hal yang baik  di Masjid. Sedangkan adiknya, mempunyai sifat yang sangaat berbeda. Hampir semua tindak kejahatan perlah dilakoninya, dari mencuri, merampok, bahkan memperkosa. Dan karena semua tindakannya itulah, dia sangat dibenci masyarakat dan keluarganya.
Suatu saat, terbesit dari hati keduanya untuk melakukan dua hal yang saling berbeda tadi. Sang kakak ingin sekali-kali merasakan apa yang dilakukan adiknya, sekali saja, habis itu taubat. Sementara adiknya, merasa jenuh dengan apa yang telah dilakukannya selama ini. Dia ingin taubat, dia ingin menjadi seperti kakaknya.
Tiba lah di suatu malam, masing-masing sudah siap melakukan apa yang ada dalam hatinya. Sang kakak dengan pakaian mewah dandan necis pergi kerumah bordir yang biasa  digunakan adiknya mankal. Dia  kaget , kenapa disana adiknya tidak terlihat. Akirnya dia nikmati malam itu dengan menari-nari dan berbuat yang sangat dilarang agama dengan wanita di rumah bordir. Sendirian tanpa adiknya.
Sementara adikya, pergi ke Masjid yang biasa kakakya digunakan kakaknya. Dia begitu kaget, karana dia tidak menjumpai kakaknya disana. Dan akhirnya dia gunakan malam itu untuk taubat beribadah sendiri tanpa kakaknya.
Dan pada malam itu tiba-tiba ada gempa hebat yang merobohkan banyak bangunan termasuk masjid dan rumah bordir itu pun juga ikut roboh . Dan ada kabar menggemparkan disana. Ditemukan temukan dalam runtuhan masjid itu, sesosok lelaki yang mereka kenal sebagai durjana meniggal dalam posisi memeluk mushaf.  Dan telah ditemukan  dalam runtuhan rumah bordir itu seorang laki-laki yang terkenal begitu baik dimasyarakat meninggal dalam posisi yang memalukan dengan wanita penghuni rumah bordir itu. Na’udzubillah!
Kita tidak tahu kapan kita akan mati, untuk itu selalu lah berbuat kebaikan agar hidup bahagia. tidak usah terpengaruh orang lain saat anda berada dijalan yang benar. Dan jika kita sudah tau kalo itu sebuah keburukan maka segeralah kita menjauh dan jangan pernah coba untuk medekatinya lagi. Jangan terperdaya dengan kenikmatan yang sementara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar